Tidak ada tempat buat orang bodoh!!

4 Mar 2009

cover buku

cover buku

Tidak Ada Tempat Bagi Orang Bodoh! yep, itulah judul buku yang berkisah tentang salah satu idola saya… pakde saya sendiri pakde Hombing atau dikenal luas dengan nama Wahyu Sihombing… Jumat siang ketika sampai di kantor dan membuka-buka email yang masuk, mata saya tertuju pada satu email dari dewan kesenian jakarta berjudul ‘peluncuran buku mengenang wahyu sihombing’… setelah dibuka2 dan dibaca2 ternyata dugaan saya benar… ini wahyu sihombing pakde saya…. tanpa banyak mikir langgssung saya tetapkan hati.. harus datang ke acara ini…

Walau cuma punya waktu 8 tahun untuk mengenal alm pakde Hombing tapi kesan yang ditinggalkan cukup mendalam bahkan sampai sekarang..

di antara seluruh sesepuh keluarga saya, pakde Hombing termasuk yang paling keras tentang pendidikan… tidak boleh ada yang membolos sekolah, tidak boleh ada yang nilainya jelek, intinya… TIDAK ADA TEMPAT BUAT ORANG BODOH… bahkan saking seriusnya pakde dalam hal bolos membolos, kalau ada anak di keluarga saya yang mau bolos ancaman orang tuanya cukup satu.. ‘nanti mama telpon pakde hombing ya” begitu mendengar ancaman itu langsung pada nurut sekolah…. tapi bukan berati pakde Hombing itu galak… justru kelembutan pakde yang membuat anak-anak menjadi segan pada sosok yang dikenal luas karena menyutradarai serial ‘Losmen’ di era 80-an.

Melihat acara peluncuran buku kemarin.. saya jadi terharu sekaligus tersadar… begitu banyak orang yang masih mau memberi testimoni pada pakde, begitu banyak orang yang bersusah payah untuk datang ke acara ini krn pakde… semuanya punya kesan yang hampir sama… pakde Hombing adalah orang yang keras memegang prinsip tapi lembut dalam menjalani hidup dan membimbing yang muda… salah satu prinsipnya adalah, yang tua membuka jalan bagi yang muda…

walau pakde berpulang 20 tahun yang lalu, bekas yang ditinggalkannya selama hidup belum mampu menghapus jejaknya.. semua orang masih mengingat dengan jelas perjalanan karyanya, petuahnya, sampai lelucon yang pernah dilontarkannya… bahkan pada saya yang ditinggalkannya ketika berusia 8 tahun… sepulangnya dari acara itu saya jadi berpikir…. sudah berbuat apa saya? ingin dikenal sebagai siapakah saya nanti?…. yang jelas… saya tidak ingin dikenal sebagai orang bodoh!


TAGS


-

Author

Follow Me